IN_Santri

Inspirasi Santri

Achmad Muzaqi

Ini adalah kisahku, jalan hidup seorang ketua IN_santri ke 3. Aku menulis ini, karena aku yakin, ini akan sangat berguna untuk para penerus insantri. Perkenalkan, Namaku Achmad Muzaqi.

Yah, dulu insantri belum seperti ini. Bahkan awalnya aku kurang begitu minat dengan insantri. Pokoknya insantri bagian mendokumentasikan acara, mengedit mmt, menayangkan slideshow setelah acara selesai, membuat film pendek, pokoknya seperti itu dan sejenisnya. Ada 2 orang yang memperkenalkanku dengan insantri.

Pertama adalah yazid. Yah, selain tetanggaku, dia juga alumni SW sama sepertiku. Ini bermula ketika aku membuat video greenscreen pesawat jatuh di al falah. Banyak di repost oleh santri al falah. Disitu dia berkata “suk melu insantri zak, nggawe video video seng apik”. Kedua adalah bagus. Sama juga, dia juga alumni SW sepertiku. Ini bermula ketika di aula. Dia bertugas dokumentasi. Menyerahkan kamera kepadaku, dan menyuruhku maju & memfoto acara. Awalnya saya masih ragu ragu. Karena belum sepenuhnya menguasai skill nya. Jadi dari awal masuk di juli tahun 2017, hingga akhir tahun, saya masih biasa saja. Belum begitu aktif, namun pada akhir tahun 2017, ada mujahadah nisfusanah. Sempat akan di jadikan dokumentasi di acara itu. Tapi tidak jadi, saya masih sangat grogi.

Dimasa ini, insantri di ketuai oleh Aji Ervanto, aku kurang begitu mengenalnya, tapi berdasarkan cerita cerita teman, beliau adalah orang hebat dan berpengaruh di masa itu. Menjadi ketua hingga akhir tahun 2017. Tapi ada 1 hal yang membuatku terkejut, ternyata semenjak dulu, insantri telah disepelekan, mana ada 1 jam ndesain banyak pamflet, mana ada 10 menit buat sorotan proyektor slideshow acara, dan masih banyak hal mustahil lainnya, hingga muncul istilah, “mbangun candi” pada masa itu. Yah karena menurut legenda, candi prambanan dibangun dalam waktu satu malam, hahaha.

Awal tahun 2018

Sebenarnya pada titik ini aku juga menjadi anggota baru perpustakaan. Dan ini juga Langkah awal aku mulai aktif di insantri. Pada penutupan ngaji liburan kuliah, aku dan teman temanku menjadi panitia. Seperti biasa, aku bagian dokumentasi. Pada bagian inilah aku aktif di bagian fotografi dan desain, terutama desain pamflet dan mmt. Disini aku mulai kenal dengan Ika nur anggita, partner di insantri dulu, sama, dia juga bagian foto, editing video, dan desain. Pokoknya pada waktu ini semua yang memegang bagian foto, desain, editing video, berkaitan acara pondok pasti aku. Setiap selesai acara kadang ada penampilan video. Dulu masih slideshow foto diberi lagu. Ini adalah awal mula. Mulai ini pasti insantri menayangkan video digabungkan sedemikian rupa dikasih backsound. Lumayan bagus sih. Tapi tentu tidak sebagus sekarang. Tapi inilah sebuah revolusi. Dan kedepannya pasti akan lebih bagus lagi.

Maret 2018

Ada satu yang masih mengganjal. Yaitu pada waktu ini, aku belum menjadi anggota insantri. Open recruitment anggota baru insantri dibuka bulan maret, tentu saja, saya pasti ikut. Banyak sih yang ikut open recruitment. Dulu setelah oprec dibuat pelatihan seperti penjurusan minat dan bakat. Tapi hanya terlaksana satu bulan mungkin. Ya beginilah, insantri kurang istikomah dari dulu. Hahaha. Tapi masih saja, saya memegang kendali fotografi di pesantren, desain mmt dan pamflet, juga editing video tiap selesai acara. Mulai ini pun ada dokumentasi video, sebelumnya cuma foto saja. Bahkan ada istilah baru, yang semula “mbangun candi”, menjadi “kun fayakun”. Karena dengan waktu yang lebih singkat.

Puasa 2018

Taukah anda betapa senangnya saya memegang kamera pada waktu itu. Semua moment saya abadikan, foto dan video. Saya edit dan tampilkan di aula ketika penutupan ramadhan. Dulu saya bersama faiz dan agus, kadang ditambah andi. Sebuah tim yang bagus. Seperti tanpa beban, semua kami lakukan berdasar hobi.

Setelah Syawal

Mulai ini pun aku merasa kecewa dengan para anggota generasi lama insantri. Kurang mengurusi anggota anggota baru. Bahkan mungkin dari sebanyak ini open recruitment, hanya 10 anggota yang berhasil dianggap menjadi generasi ke 4 insantri. Itupun ketika menjelang khataman pondok. Karena membutuhkan banyak orang. Dititik ini pun saya dikenal sebagai orang yang keras kepala. Ya inilah sisi burukku dulu.

Disini saya mengalami hal yang luarbiasa. Taspona angkatan 18. Saya mengejar konsep cepat. Paginya saya rekam video dan take foto taspona. Siangnya ambil foto sedikit di aula dan video. Lanjut siangnya di edit, malamnya di tampilkan di aula. Wow, inilah konsep awal gerak cepatku.

Khataman 2018

Jujur saja, saya sedikit lupa perjalanan saya pada titik ini. Ini tahun genap, acara haul. Tapi ada juga acara dari kominfo, dalam waktu 5 hari, kita diminta untuk menyiapkan 5 rangkaian acara dari kominfo, ada dialog publik, pagelaran seni, wayang, standup komedi kirun, oh ternyata cuma 4. Disini semalam saya mendesain undangan. Mengedit video dalam waktu singkat. Disini saya mulai kenal dengan Ning Rofi’, beliau bertanya siapa yang mengedit video dan saya mengacungkan tangan. disinilah saya mulai dikenal. Di titik ini juga saya mengerti alur kerja kepanitiaan. Dan sebagai tim insantri, kita juga harus memiliki keteguhan hati yang tinggi.

Akhir tahun 2018 dan awal tahun 2019.

Diwaktu ini, ada rapat insantri untuk mengisi kegiatan liburan anak kuliah, kami mengadakan pelatihan desain, dikoordinir oleh saya, dan mbak ika. Ini juga langkah awal penjaringan anggota baru insantri. Saya melihat wajah wajah baru yang nanti akan menjadi orang berpengaruh di insantri. Nah, di pelatihan insantri ini lumayan seru juga. Kita menggunakan aplikasi corel. Aplikasi standar desain di waktu itu.

Maret 2019

Ini titik dimana saya mulai dekat dengan banyak orang orang besar di insantri, ada ketua insantri, alfian prasetyo, dan anggota anggotanya. Bagus, ika, desi, sn, memey, dihliz, dan siapa lagi saya lupa. Ini juga adalah waktu open recruitment juga. Saya menjadi panitia oprec insantri pada waktu ini. Dengan konsep yang lain yaitu oprec serentak perpus, insantri, dan poskestren. Taukah anda, diwaktu ini, rapat oprec cuma di hadiri saya, alfian, dan bagus. Sungguh hal yang buruk. Saya usul untuk mengambil langkah oprec serentak ini supaya insantri tidak ketinggalan langkah dengan organisasi lain. Dan hanya diperkenankan mengikuti 1, tidak boleh double. Mengisi formulir, melampirkan karya, dan screening. Dulu saya menscreening semua anggota baru, total ada 16 anggota baru. Dalam angan anganku, ketika aku menscreening semua nya, maka saya bisa lebih mengenal mereka. Karena saya yakin saya bisa menjadi wakil ketua insantri.

Ada dadax, masykur, faris, putri, vina, ulya, umu, muna, niken, ela, salsa, afifah, atik, asna, rifka, rere. Yah, merekalah anggota insantri generasi 5. Masih terbayang jelas di ingatan, kedekatanku dengan mereka. Dan pada waktu ini pun adalah awal aku dipanggil “pak” karena jadi ketua.

Di titik ini juga ada rapat pergantian ketua. Dengan sistem pemilihan lewat pesan chat, supaya semuanya bisa memilih. Karena kalau harus hadir, dipastikan banyak yang tidak berangkat. Saya menarget, pada waktu itu, pasti ketuanya adalah mbak ika. Karena ia cukup berpengaruh juga. Tapi ternyata tidak, saya mendapatkan suara terbanyak, 12 suara dari 16 anggota lama. Sempat bingung. Apa yang harus saya lakukan. Ini pertama kalinya saya dipercayai posisi tertinggi dalam organisasi. Ya, inilah awal saya menjadi ketua. Dan saya menjadi ketua ketiga.

Dan untungnya, saya memiliki 16 orang generasi 5 yang setia menemani saya dititik 0 kepemimpinan saya. Mungkin generasi 5 bukan yang terbaik. Tapi dialah yang telah membersamai langkahku di insantri dari titik 0. Disinilah awal mula proyek dadakan terjadi. Kunjungan gus yasin, kunjungan gubernur, dan lain sebagainya. Diwaktu ini saya memegang kendali penuh segala produksi di insantri. Memang berat, tapi cukup lancar juga produksi kontennya.

Aku masih ingat, dulu muna rela tidak kuliah jumat siang hanya untuk meliput berita kunjungan gus yasin, umu menjadi kader bagian kepenulisan utama, putri saya arahkan di foto & desain, ela mengedit video di acara haflah 2019, faris berlatih editing video dan editing video dari 0. Dadak menjadi editor bagian photoshop, dan masih banyak lagi. Yah, waktu waktu menyenangkan bersama mereka.

Pada waktu ini juga saya sering membantu tugas dari sekretaris, hingga aku bisa mengerti bagian kesekretariatan, pendataan, dan sebagainya. Taukah kalian, saya pernah melihat formulir psb al falah format mucrosoft access yang dibuat oleh kang aji ervanto di komputer psb, disini, muncul harapanku, untuk ikut mengembangkan cita cita dari beliau. Aku mendapatkan sample formulir di SW. Ingin aku terapkan di al falah tercinta ini. Dan jadilah sistem formulir digital psb al falah.

Yah cukup di sayangkan, aku tidak menjadi bagian dari tim psb. Muncul rasa kecewa, bagaimana bisa aku menerapkan formulir ini kalau aku saja tidak menjadi bagian dari psb. Dengan keberanian aku usulkan sistem pendataan ini. Aku yakin, ini akan memudahkan psb, terutama sekretaris untuk mendata kedepannya. Karena aku sempat yakin kalau aku akan menjadi sekretaris di kepengurusan kedepan.

Tapi taukah kalian, tim psb sempat gagal menerapkannya. Dan aku yang disalahkan. Disinilah aku yakin.

“Jika ingin mengubah sistem, maka kamu harus menjadi bagian dari sistem tersebut”

Ya karena apabila kita tidak masuk ke sistem itu, suara kita tidak akan di perhitungkan. Mungkin dianggap angin lewat.

Dan disinilah muncul rasa kecewa berkepanjangan dengan psb. Entah, dendam dengan psb sampai sekarang belum selesai, karena berbagai faktor masalah yang terulang dan tertumpuk tumpuk.

Haflah 2019

Saya bisa sebut ini adalah masa puncak dalam keberhasilan sistem organisasi insantri. Keberhasilan ini adalah pelaksanaan dan pembagian tugas secara merata. Pada posisi ini, saya menjadi ketua insantri, dan masih menganut model kepemimpinan terpusat. Bisa di sebut otoriter, diktator, dan minim demokrasi. Dulu semua dibawah komando ketua. Saya membagi tugas masing masing anggota secara merata. Ada desain, penulisan, berita, editing video. Saya membuat daftar proyek yang di kerjakan, dan membaginya kepada semua anggota. Lumayan berjalan lancar.

September 2019

Ini juga ada proyek pelatihan pembuatan sabun. Cukup mengecewakan juga sistem kepanitiaannya. Aku bagi bagi tim insantri menjadi beberapa bagian untuk mensukseskan ini. Tapi ada juga kenangan buruk yang selalu menyelimuti langkah langkah insantri.

Akhir tahun 2019 dan awal tahun 2020

Mulai titik ini, saya membuat peraturan bahwa oprec akan dilakukan pada bulan ini setiap tahunnya. Pada masa ini juga insantri masuk kedalam struktur kepengurusan inti pesantren. Saya menjadi ketua lagi, ini periode kedua saya. Oprec generasi 6. Begitulah kami menyebutnya.

Pada periode ini aku mengambil struktur sama seperti di periode ketua kedua, yaitu alfian. Kami membuat sistem perdevisi, dan dipimpin oleh ketua devisi. Ya ini awal mula. Jadi belum terlalu sempurna.

Aku merangkap jabatan ketua insantri sekaligus sekretaris. Sebuah posisi penting dalam pesantren. Dimasa ini aku membuat banyak sistem baru. Terutama bagian pendataan, seperti pada psb, saya membuat database pusat santri. Saya menyusun data lengkap santri yang sebelumnya terpisah pisah. Hingga ada 1 big data untuk keperluan administrasi. Dan di masa sekarang biasa di sebut dengan sistem satu data.

Mulai tahun ini juga pada pembentukan psb aku mengusulkan untuk memasukan anggota insantri di psb, karena aku yakin anggota insantri akan memudahkan pembuatan brosur. Usulan ini sempat diragukan awalnya. Namun pada akhirnya dapat disetujui. Dan sampai sekarang sistem ini masih di berlakukan.

Pada waktu ini, pernah suatu hari insantri diminta menjadi fotografer acara lamaran ning Siti Nur Halimah, hasil foto kurang memuaskan, sampai beberapa minggu kedepan dibahas terus terusan. Mulai detik ini kita punya komitmen lagi, semua dokumentasi harus totalitas. Tak peduli ada siapa di lapangan, itu menjadi area gerak kami.

Maret 2020

Kalian tau, ini adalah awal pandemi. Cukup menyebalkan memang, di masa kabinet ku malah program tidak dapat berjalan maksimal. Tapi dengan adanya pandemi, kita akan dipaksa mendigitalisasikan banyak hal. Karena pesantren belum sanggup melaksanakan kegiatan semestinya, maka santri dipulangkan. Hanya ada beberapa orang di pondok. Termasuk insantri untuk mensukseskan acara akad nikah ning siti nur halimah.

April 2020

Pada acara akad nikah, kami bagi menjadi beberapa hal, ada foto video, ada video full, live stream. Kami benar benar menerapkan apa yang sudah gagal sebelumnya. Di acara ini, kami tampil totalitas, segalanya kami liput, tak peduli ada kyai siapa, tamu siapa, aula merupaka area gerak kami.

Tambah lagi satu keluarga pesantren, ada gus mahfudl, malam hari setelah nikah beliau diajak keliling ke semua wilayah pesantren oleh gus khozin. Hingga ke kantor insantri.

Ketika saya di rumah, video senam bersama santri tersebar keluar, santri putra dan putri senam bersama di halaman, hanya di batasi satir. Nah, pondok ini dihujat habis habisan di instagram santrisalaf212. Wujud kegagalan kami dalam membentengi informasi di pesantren. Muncul departement baru di insantri. Departement siber, untuk membentengi informasi dari dan untuk pesantren

Ini adalah waktu menjelang puasa. Pada waktu ini aku pulang ke rumah, dan berangkat lagi 2 hari sebelum puasa. Pada waktu ini kami pasang wifi karena rencana akan ada ngaji online, streaming semua ngaji di pesantren. Ini adalah awal perintisan live streaming. Bermula live streaming menggunakan hp. Saya coba coba live streaming menggunakan komputer, aplikasi vmix. Saya sampai tanya tanya di forum streaming, tanya ke admin eswe production, dan lain lain.

Wah pasan tahun itu sangat menarik. Dimana pondok hanya ada sedikit orang yang belum pada pulang. Sangat sepi sekali pondok pada waktu itu. Untuk pertama kali juga. Aku tidak pulang ke rumah saat lebaran. Saya lebaran di pondok. bahkan entah kenapa ketika saya sungkeman kepada ahlulbait kenapa saya tiba tiba bisa menangis, entah mungkin karena saya teringat banyak kegagalan saya dalam mengelola media ini.

Setelah Syawal 2020

Muncul maklumat pemberangkatan ke pesantren, dengan sistem gelombang, saya berangkat H-2 sebelum gelombang pertama, untuk ikut merintis program ini. Nah, pada waktu ini, ketika pemberangkatan gelombang pertama saya membuat liputan, dengan greenscreen. Awal mula muncul program mirip siaran tv di alfalah. Terinspirasi dari tugas kuliah, akhirnya nugas sekaligus merintis konten baru.

Taukah kalian, media menjadi senjata utama di tahun ini. Nama insantri naik, karena berhasil mensukseskan beberapa publikasi.

Haul 2020

Baru kali ini, merintis live streaming untuk acara di aula, dengan berbekal minim, beli webcam 400 ribu, untuk acara live streaming. Dengan komputer dan aplikasi vmix. Saya bersama bagus pambudi, mencoba sistem live streaming di pesantren. Ya ada suksesnya dan gagalnya, tapi ini lumayan, sudah lumayan berhasil lah untuk tingkat pemula. Dulu masih menggunakan stream biasa. Belum mengenal event manager, belum mengenal bitrate. Hari pertama setreaming terlihat lancar, berbekal webcam & droidcam pakai hp ku. Tapi hari ke2 dan seterusnya terjadi kendala terus. Dalam 1 acara sampai 10 part video, aku juga tidak tau kenapa. Ternyata karena settingan bitrate tidak sesuai dan aku tidak pakai event manager.

Alhamdulillah pada tahun 2022 sudah sempurna sistem live streaming kita.

Akhir tahun 2020

Pada tahun ini aku lebih tertarik ke bagian teknologi. Aku melaksanakan ppl di rumah. Tapi aku masih saja keluar masuk pondok untuk mengurusi wifi dan internet. Kadang aku beli alat alat wifi & kabel di rumah. Lalu aku pasang di pondok. Karena aku masih tertarik dengan sistem wifi. Disini muncul ide untuk membeli mikrotik untuk sistem wifi voucher, siapa tau bisa menjadi pemasukan di insantri. Karena uang subsidi insantri pada waktu itu habis untuk membayar wifi. Tapi dari dewan penasehat kurang menyetujui karena itu tergolong ilmu tingkat expert. Akhirnya aku tidak jadi memakai sistem itu. Tapi aku masih kadang kepikiran bagaimana ya supaya bisa seperti itu, ini akan mempermudah sistem tugas insantri. Kita bisa pakai hubungan satu jaringan untuk mengintegrasikan file. Pada masa ini aku sering beli mengecer alat alat jaringan, hahaha. karena ini juga awal mula aku belajar wifi dari insantri

Pada saat saya ppl, dipondok ada acara festifal film. Anggota insantri pernah ribut gara gara rebutan tripod. Bermula dari juknis festifal film yang kacau. Berimbas ke insantri.

Oprek selanjutnya di periode ku, oprec generasi 7. Sistem oprec masih sama seperti tahun kemarin. Tapi pada tahun ini kami membagi menjadi tiga kategori pendaftar. Ada reguler, rekomendasi, dan undangan. Harapan kami, kita bisa merekrut anggota anggota hebat berdasarkan latar belakang. Tapi nyatanya, jalur undangan tidak seperti yang kita kira. Akhirnya kami memutuskan bahwa jalur undangan tidak layak di masukan dalam sistem kaderisasi. Silakan bagi ketua selanjutnya kalau menggunakan lagi sistem oprec jalur undangan.

Untuk struktur pada tahun ini adalah pengembangan dari struktur sebelumnya. Aku memberinama kabinet ini dengan nama kabinet mandiri menghidupi. Harapanku, insantri bisa memiliki usaha mandiri untuk mengembangkan teknologi informasi di sini.

Awal tahun 2021

Aku menjalankan kkn, pada saat ini di depan posko ada wifi voucher. Saya coba coba dan sering lihat tutorial di youtube. Saya juga ikuti grup rt rw net di facebook. Lalu saya memantapkan diri pinjam 2 juta dari insantri untuk eksperiment itu. Saya coba coba set di posko kkn mikrotiknya.

Pas kembali ke pondok pada akhir februari, aku berada di ruang karantina di bekas rumah loundry. Alat alat wifi aku bawa kesana. Malam malam aku coba tembak wifi lewat tower air. Dan ternyata bisa. Selama 5 hari kami ada wifi di rumah loundry. Lalu saya kembali ke insantri sambil mencoba set mikrotik. Dan saya coba terapkan pengaturan sesuai tutorial youtube. Tujuanku satu, kita punya uang untuk membayar tagihan wifi bulanan.

Aku memulai dengan membeli beberapa akses point untuk putra dan putri. Awalnya satu putra satu putri, tapi ternyata kurang kuat. Jangkauan tidak sampai. Akhirnya seiring berjalannya waktu aku pasang banyak akses point. Aku minta bantuan ke beberapa anggota insantri untuk memasangnya, dan akhirnya bisa terpasang satu per satu sesuai kebutuhan.

Puasa tahun 2021

Aku sudah lupa beberapa kejadian di tahun ini.

Pada tahun ini seperti biasa kami menstreaming ngaji pasan. Tapi konsep kali ini berbeda. Kita menggunakan webcam. Webcam dengan kabel usb active ekstension supaya bisa panjang 10 meter sampai laptop. Gambarnya lebih baik dari tahun kemarin.

Haul 2021

Haul kali ini streaming pakai hp, dan webcam. Kami pakai komputer dan aplikasi vmix. Ada juga sholawat bersama azzahir. Kami sewa streaming luar, arwana videoshooting. Akhirnya aku juga bisa bertukar cerita dengan tukang shooting, berbagi pengalaman, dan meminta minta saran. Hehehe

Akhir tahun 2021

Akhir periode kepengurusan pusat. Selesailah masa jabatanku di sekretaris dan insantri. Aku berharap bisa diganti. Aku mengajukan calon ketua ke 4. Setelah melalui diskusi sulit, akhirnya disetujui lah ketua baru. Tapi sehari sebelum pelantikan diubah lagi, jadi aku harus menjabat ketua sekali lagi.

Oprec insantri generasi 8, oprek kali ini benar benar berbeda. Kita membuat panitia oprec. Panitia ini bertanggung jawab dari penyebaran pamflet, screening, hingga mereka menyediakan sistem workshop. Sebuah kemajuan besar di insantri, aku sangat mengapresiasi kinerja panitia ini dan kinerja para generasi muda yang memiliki inovasi hebat.

Tapi muncul perdebatan hebat di internal insantri maupun panitia. Karena ada beberapa orang yang sangat idealis. Akhirnya sistem nya jadi sedikit kacau. Pendaftar masuk ada 26 sepertinya. Bagaimana kami akan mengkader anggota yang sebanyak ini. Aku takut mereka tidak terurus.

Awal tahun 2022

Kami melaksanakan reorganisasi lagi. Setelah aku menjadi ketua lagi. Kami memberi nama kabinet ini dengan nama kabinet bersatu. Harapanku, insantri bisa menyatukan media di pondok. Maupun diatasnya. Pada struktur ini muncul devisi publikasi & membuat grup arus informasi pesantren. Jadi kita bisa mengumpulkan pengelola media semua orda, angkatan, uks, maupun banom di lingkungan ppti al falah.

Pada tiap malam apa saya lupa, gus mahfud meminta kumpul dengan semua ketua lembaga, untuk merancang program. Bertepatan dengan liburan mahasiswa, para ketua dikumpulkan di ruang tamu untuk membuat kegiatan mengisi liburan. Insantri diminta membuat festifal film. Oke langsung kita rancang panitia, juknis, dan poster. Gerak kita lumayan cepat.

Tiba pada suatu hari, aku di hubungi anggotaku, kejelasan juknis & hp bagaimana. Karena ada 2 orang anak kamarnya disita saat rekaman film di kamar mandi. Dan anggota ku di salahkan, insantri di salahkan. Saat itu aku menyebarkan undangan untuk OAQ di sd mi salatiga. Aku coba hubungi keamanan minta kejelasan, aku tanya apakah bisa di kembalikan?. Tapi keamanan menolak. Dan anggotaku meminta kepala komplek untuk memroseskan tapi komplek menolak. Malah jadinya saling salah menyalahkan. Aku bingung, apa yang harus dilakukan. Aku sebagai ketua, aku berhadapan dengan petinggi di kepengurusan. Harga diri insantri terancam. Saya sempat kepikiran untuk sowan dan meminta penyelesaian, sempat juga kepikiran minta bantuan lurah. Tapi tidak jadi. Aku memiliki ide yang lebih baik. Oke aku panggil anggotaku ke kantor. Aku meminta maaf atas gagalnya ketua dalam membuat juknis dan regulasi yang jelas. Aku mohon sampaikan permintaan maaf ini kepada santri yang disita hp nya. Tapi ternyata hp yang di sita ada 2.

Aku berikan hp ku untuk mereka, ini permintaan maaf ketua insantri. Silakan pakai sampai hp anda kembali. Tapi masih kurang 1 hp. Akhirnya aku pulang, aku ambil hp bekas ku dulu. Aku perbaiki, lalu aku berikan ke santri yang satunya. aku tidak memberitahukan kejadian ini ke orang laih, hanya anggotaku dan dewan penasehat. ketika aku ditanya hp ku kenapa, aku hanya menjawab rusak. Anggotaku menasehatiku untuk jangan terlalu memberikan semua yang aku punya untuk orang lain. Aku di sarankan untuk juga memikirkan diriku juga.

Alah, ini cuma mengorbankan hp 2 dan mengalah, ini harga yang murah untuk menjaga nama baik organisasi insantri. Dengan tindakanku, aku bisa menghentikan konflik antara kamar, kepala asrama, dan keamanan. Biarlah insantri mengalah untuk tetap menjaga perdamaian.

Puasa 2022

Seperti biasa, kami mengadakan streaming. Tapi kali ini kami pakai handycam. Lebih jernih dari tahun kemarin.

Haul 2022

Haul kali ini dilaksanakan di lapangan. Ada konser dan sholawat bersama azzahir. Aku langsung kepikiran gimana akses internetnya, aku kepikiran untuk menarik kabel internet, tapi untuk jangkauan lebih dari 50 meter perlu kabel fiber. Akhirnya kita beli kabel fiber 1KM. Kita tarik dari konveksi sampe smp. Kita mengambil jalur selokan. Pada seloka yang panjang, aku merayap di dalam gorong gorong. Sampe di smp aku sambung lagi, dari smp ke lapangan. Ini juga pertama kali aku belajar fiber optic. Jalur ini dikerjakan oleh para dewan penasehat.

Pada waktu itu mepet acara konser woro, kabel baru sampai pinggir lapangan. Setelah maghrib aku masih bolak balik nyambung kabel. Karena redaman masih tinggi. Acara pertengahan aku masih pasang antena tembak. Akhirnya streaming bisa lancar.

Pada saat sholawat bersama. Aku pasang kabel full sampai operator streaming. Ini merupakan instalasi besar yang pernah dikerjakan insantri.

Akhir 2022

Ada sebuah peristiwa, anggota insantri memiliki masalah dengan pengurus, pengurus menyarankan insantri untuk menonaktifkan anggota tersebut. aku sudah lelah dengan berita penonaktifan anggota. Silakan kalau mau di nonaktifkan tapi silakan diproses di ranah bph, insantri tidak ikut campur. Tapi berita ini bocor. Ketua dituduh menonaktifkan anggotanya. Aku tidak dipercayai beberapa anggotaku. Padahal bph belum menindaklanjuti hal ini. Malah sudah sampai ke anggota. Aku di cecar beberapa pertanyaan. Aku jawab dengan fakta & tetap aku yang menang karena aku punya fakta. ketika Ketua tidak di percayai anggotanya. Oke, berarti saatnya ketua untuk mengundurkan diri.

Ini merupakan akhir periode ke 4. Aku menemui gus mahfudl untuk meminta resufle ketua insantri, aku terlalu lelah. Separuh hidupku habis di insantri. Aku ingin segeranya ditunjuk ketua selanjutnya karena insantri butuh kader kader muda. Gus mahfud memberikan 3 opsi, saya memilih 2 opsi, saya ajukan ke dewan penasehat. Dari 2 orang tersebut dewan penasehat menyarankan usulan orang ke-2. Oke, lalu aku ajukan ke bph & madin. Tapi bph putri kurang menyetujui karena urusan yang aslinya tidak ada kaitannya dengan insantri. Yasudah saya tidak mau terlalu ribut. Pokoknya ketua harus ganti. Kadang aneh, mereka ingin kader hebat insantri, tapi mereka memberikan syarat syarat yang sangat tidak ada kaitannya dengan keinsantrian. Akhirnya opsi 1 dipilih. Aku menemui orang tersebut secara rahasia & menyampaikan maksut kedepan. Bahwa anda telah diusulkan untuk menjadi ketua selanjutnya.

Aku meminta sekretaris pusat untuk membuatkan surat serah terima jabatan. Aku ingin pergantian ini resmi & memiliki kekuatan hukum. Dan tibalah pada masa mubes. Ini juga mubes pertama, Jam 3 atau 4 sore. Dibacakan isi dari surat serah terima jabatan. Hatiku bergetar mendengar setiap bait dari surat itu. Rasa senang dan sedih bercampur jadi satu. Senang karena aku sudah tidak harus memikirkan insantri yang semakin rumit. Sedih karena aku tidak tau harus dimana dan bagaimana kedepannya. Karena selama ini aku hidup karena insantri.

Suasana meriah dengan tepuk tangan ketika isi surat menyebutkan nama ketua baru insantri. Sejenak aku teringat dengan cita cita dan harapanku bagi insantri kedepan yang belum tercapai. Aku tersadar bahwa cita cita ku terlalu tinggi untuk umurku yang singkat. Kini aku tidak bisa apa apa. Aku serahkan insantri kepada generasi baru. Kita percayakan cita cita ini kepada mereka. Tapi aku selalu menguatkan ketua selanjtnya, bahwa aku masih berdiri dibelakangnya. Akan ku jaga nama baik pesantren, insantri, dan para ketua.

Menjadi ketua sangatlah berat. Banyak beban yang harus di pikul. Banyak masalah yang harus di selesaikan. Banyak program yang harus di jalankan. Ketua harusnya punya tempat berbagi cerita, supaya tetap bisa menyeimbangkan mentalnya. Aku hawatir, dari banyaknya bebanku dan pengalaman masa laluku yang kurang menyenangkan, akan mempengaruhi jiwa ku. Aku hawatir akan terkena gangguan jiwa. Kadang aku melihat sebuah post tentang beberapa ciri orang yang mentalnya terganggu. Hampir semua ciri ciri itu ada pada diriku.

Beban ketua sangatlah berat, mereka dituntut profesional tanpa mempedulikan mental. Teman wisuda aku jadi fotografer, teman wisuda aku mendesainkan ucapan selamat, teman naik panggung khataman aku di bawah dokumentasi. Terkadang aku merasa jadi orang yang gagal. Tapi kalau di pikir pikir ini seimbang, aku memiliki pengetahuan besar tentang teknologi dan informasi, tapi keilmuan pesantrenku sangat sedikit. Inilah yang dinamakan kehidupan harus saling melengkapi.

Ketua insantri, mereka adalah orang orang hebat. Mereka rela menghabiskan waktu mengelola organisasi yang mungkin sering dianggap remeh. Kadang separuh hari mereka habis untuk mengelola media yang tiada habisnya. Mereka berhasil memberikan warna kepada kehidupan orang lain, tapi warna kehidupan mereka kadang abu abu, atau bahkan hitam. Mereka berhasil menyelamatkan banyak orang, tapi terkadang mereka gagal menyelamatkan diri mereka sendiri. Pencapaian mereka mungkin stagnan, mereka mungkin gagal menjadi hebat seperti orang lain. Tapi yang perlu diketahui, Mereka telah berhasil membentuk banyak orang orang hebat di pesantren melalui organisasi yang bernama IN_Santri!. Karena itulah banyak kader kader insantri yang perpengaruh menduduki posisi penting pada tingkat yayasan. Melalui nama insantri, mereka telah melahirkan generasi hebat yang mampu bersaing kedepannya, dan suatu hari, mereka akan meneruskan cita cita insantri.

Terimakasih IN_Santri. Telah berhasil mengubahku dari orang yang biasa saja, orang culun, pendiam, dan tidak bisa apa apa. Menjadi orang yang bisa berpengaruh, dan memiliki keahlian seperti ini. Sungguh pengalaman luar biasa yang telah aku dapatkan di insantri. Terimakasih telah mengubah cara pandangku terhadap kehidupan.

Atas Nama Pengabdian!, Atas Nama Pertanggungjawaban!

____________

Dari matahari yang terbenam, kami belajar menutup hari dengan hikmah, dari sang surya yang terbit, kami menapaki langkah baru penuh harapan. Atas nama pengabdian, kami melangkah menuju cahaya baru di medan dakwah media pesantren.

____________

IN_Santri: Sebuah Pohon, Sebuah Sistem Pengabdian

Misal organisasi kita umpamakan sebuah pohon, maka IN_Santri adalah pohon yang tumbuh di tanah pengabdian Al Falah. Setiap bagian dari pohon memiliki peran, fungsi, dan tanggung jawab yang saling terhubung, saling menguatkan, dan tak bisa berdiri sendiri.

Mungkin ada diantara kalian yang menjadi akar, yang tak terlihat, tapi menggenggam tanah dengan kokoh, menopang kehidupan seluruh pohon ini. Kalianlah yang menguatkan pondasi, yang diam-diam bekerja dalam sunyi, namun tanpamu, takkan ada kehidupan. Mereka mungkin tak tampak di permukaan, namun merekalah yang menjaga kita tetap teguh.

Mungkin ada diantara kalian yang menjadi batang, tegak berdiri menyalurkan kekuatan dari akar ke seluruh tubuh. Menjaga tubuh organisasi tetap tegak. Merekalah yang membawa arus komunikasi dan arah pertumbuhan kita. Kalian adalah jembatan komunikasi, pengatur arah pertumbuhan, dan penyangga segala tantangan. Kalian yang menjadikan tim ini tidak goyah meski diterpa angin.

Mungkin ada diantara kalian yang menjadi ranting, memperluas jangkauan, menjalin hubungan antarbagian, menyebarkan nilai-nilai hingga ke tepi ruang karya.

Mungkin ada diantara kalian yang menjadi daun, menangkap cahaya, menyerap inspirasi, lalu mengolahnya menjadi energi kehidupan. Kalian adalah para kreator, pengisi ruang-ruang media dengan konten penuh makna, yang menyejukkan dan mencerahkan siapa pun yang melihat.

Dan ada yang menjadi bunga dan buah, yang tampil paling indah, yang harum semerbak dan mengundang perhatian. Kalian adalah wajah IN_Santri, para duta pesantren yang membawa citra terbaik dalam setiap karya dan penampilan. menampakkan keindahan, menyebarkan harum, dan menjadi hasil nyata dari proses panjang pertumbuhan. Mereka membawa nama IN_Santri ke luar dengan citra terbaik.

Kita berbeda peran, tapi satu tujuan. Kita bukan sekadar tim, kita adalah tubuh yang hidup. Bergerak karena iman, bekerja karena cinta, dan mengabdi karena keyakinan bahwa media bisa menjadi jalan dakwah yang mulia.

Maka jangan pernah meremehkan peranmu, sekecil apa pun itu. Karena pohon tak akan tumbuh tanpa akar, tak akan kuat tanpa batang, tak akan hidup tanpa daun, dan tak akan indah tanpa bunga.

Mari terus tumbuh, bersama. Dalam pengabdian ini, IN_Santri bukan hanya nama, ia adalah nafas perjuangan kita.

Pohon kehidupan bernama IN_Santri. Ketika semua bagian bekerja selaras, maka kita tidak hanya tumbuh… kita menghidupi, menginspirasi, dan mengabdi.
____________

Dibawah pimpinan yang baik, pasukan buruk pun akan sangat berguna.

Tapi dibawah pimpinan buruk, pasukan terbaik pun hanyalah akan menjadi sampah.
____________

Atas sebuah pertanggungjawaban yang harus di selesaikan, dan tidak boleh ada penghianatan. Dari sebuah kata “sanggup!”, yang telah di ucapkan

____________

Sampai jumpa di penghujung mimpi😁, jangan pernah rapuh, jangan pernah lelah, terus berusaha meskipun usahamu tak dihargai🙏🏻. Terus berkarya meskipun karyamu terus dihujat😁. Kita terlahir untuk menjadi kuat, bukan untuk menjadi lemah. Terimakasih untuk segala darah yang tumpah, dan untuk semua keringat yang mengering😁. Segala usahamu akan tertulis dalam diary sang penulis kebaikan🙏🏻.

Terimakasih😁,

Alfian Prasetyo

(15 Oktober 2019)

____________

Akan ada masa, dimana kau merasa gagal, merasa telah mengecewakan orang orang yang selama ini mempercayaimu.

Terjatuh, ingin rasanya untuk pergi menghilang, melupakan semuanya, memulai kehidupan dari awal lagi.

Namun kau harus ingat, atas ucapanmu dulu yang tidak boleh di ingkari. Atas sebuah tanggung jawab yang belum terselaikan. Dan atas perjanjian yang tidak boleh ada penghianatan.

Perlahan maju, merayap, merangkak, berjalan, kemudian berlari.

Bangkit, dan lanjutkan kehidupan ini lagi.

____________

Tubuh kita menjelma menjadi rumah-rumah yang siap menciptakan sejarah. Dada kita setia menampung kenangan, atas perjumpaan dan perpisahan yang berulang.

Dan kata kata, melebur menjadi mentalitas; sampai ia tak tersisa sampai ia tak kan pernah terlupa.

Kaya dalam karya

Abadi dalam abdi

#IN_Santri

____________

“Semua hilang tanpa bisa ku genggam, Semua berlalu dengan penuh lika liku,”

2020, tentang sebuah perubahan yang besar. Arti sebuah perjuangan.

____________

Bagiku, bekerja tak melulu soal uang. Tapi bagaimana memperoleh hal baru, ilmu dan pngalaman. Selagi itu bermanfaat dan membuat bahagia, menurutku sudah termasuk rizki. Rupiah akan mengantre dikemudian hari.

____________

“Kalian memberikanku alasan untuk berjalan sejauh ini”

“cita cita abadi menghiasi hari hari”

“menutup hari dengan indahnya matahari”

“hingga detik ini, hingga di ujung langkah ini”

“hingga satu per satu pergi”

“semua hilang berganti”

“pasti terasa hancur dan hambar”

“karena aku kehilangan sesuatu yang begitu besar”

“di dalam langkah perjalananku yang panjang”

____________

Hari ini, Sabtu, 16 Oktober 2021. Bertepatan dengan Malam Minggu. Saya Achmad Muzaqi, Sebagai ketua IN_Santri ke 3. Menuliskan beberapa catatan kecil berkaitan cerita hari ini.

Ya, bisa di bilang ini merupakan periode terakhir saya. Dalam masa masa akhir ini, saya merasa sangat bersyukur bisa memimpin IN_Santri selama 3 periode. Bukan karena betah, namun karena suatu keharusan. Tentang terbukanya pikiran kita. Tentang bagaimana sikap pimpinan yang seharusnya. Sebagai pimpinan, kita akan tau banyak hal. Persahabatan, pertanggungjawaban, ikatan, koordinasi, management, tekanan, kenangan, dan hal lainnya. Banyak lika liku, hingga mengantarkan kami berada di posisi ini. Bukan tanpa sebab, semua keringat, pikiran, dan pengabdian semua anggota insantri telah mengubah semuanya.

Tiga tahun ini telah mengajarkan saya bagaimana menjadi leader, dalam segala situasi, hal semuanya bisa berubah. Saya memahami apa yang di rasakan semua anggota insantri. Tidak usah di ragukan lagi, sebagian dari kami memang buruk, tapi keadaan juga mengubah kami. Bukan tanpa sebab, semua di alam ini terhubung dalam satu alur. Mungkin apa yang kita alami di hari esok adalah ekor dari apa yang kita lakukan sekarang. Ya, semua tekanan yang kami alami telah mengubah kami menjadi seperti ini. Terkadang kami selalu berangan angan bisa menjadi seperti yang lainnya. Bisa sama seperti teman teman. Tapi waktu berkata lain. Kita berada di titik yang berbeda. Harus melepaskan ambisi, merelakan kepentingan pribadi, hanya untuk mengabdi. Ada yang peduli, ada yang mencaci. Tak apa, itu sudah menjadi konsumsi sehari hari.

Kepada semua tim insantri, generasi berapapun kalian. Percayalah, kalian adalah pahlawan tanpa tanda jasa. Hasil usaha kalian tidak akan pernah sia sia. Meski di hari ini kalian hanya mendapat keringat dan lelah, di hari esok kalian akan mendapatkan balasan melebihi hari ini.

Hari ini, adalah hari terakhir rangkaian acara haflah, melalui tekanan mental, sistem bondowoso, inovasi, dan semuanya, telah mengantarkan kami berada di posisi ini. Kami telah menemukan sistem baru dalam SOP streaming video shooting. Kami telah membentuk mental kami dalam penugasan. Kami telah berlatih untuk tidak mengabaikan anggota tim. Dan pada intinya, kami bersyukur, bisa mencapai titik ini.

Kepada semua anggota, kalian pasti merasakan tekanan mental, cacian, sindiran, dan tekanan.

Sebagai ketua. Kami belajar bagaimana mengatur pola organisasi dengan benar. Tentang apa yang harus kami lakukan. Tentang mengatur arus informasi. Tentang kerjasama. Dan kami memiliki prinsip, kunci kesuksesan terletak pada kerja sama yang maksimal. Saling terkoneksinya tiap bagian dari tim menjadi kunci utama. Apa bila satu hilang, maka salah satu bagian dariku juga hilang. Saya merasa pincang..

____________

Atas nama cita cita,

Semua tidak akan berakhir sia-sia!

🤟

____________

Cara menghindari hoax:

1. Berfikir logis. 

2. Jangan mudah percaya.

3. Biasakan mencari sumber yang terpercaya

4. Keluar dari kepompong informasi

5. Lakukan Fact Check

____________

Menjadi santri yang siap berinovasi melangkah maju menuju kemanfaatan

____________

Tinggal tujuan mana yang akan kau mainkan, perang tanpa akhir, atau perang yang berhasil

____________

Untuk Kalian:

bahagiakan dirimu, hapus keangkuhan, matikan keluhan, kembangkan syukur. Jangan lupakan apa yang ada disekitar kita: niat kita, usaha kita, ikhtiyar kita , tawakal kita, orang tua kita, guru kita, teman kita,. Tunjukan senyum, asahlah bakat, jadilah profesional untuk menjadi pribadi yang lebih baik. Mari kita berjuang bersama, sama-sama bertugas. Sukseskan IN_Santri. Jangan membuat kecewa orang orang yang telah memberi kesempatan dan kepercayaan kepada kita. 

____________

Semua perjuangan kita belum tentu di hargai, belum tentu di apresiasi, terkadang malah di caci.

Banyak yang memandang keburukan kita lebih besar dari pada kebaikan kita.

Namun, apakah semua yang kita lakukan akan sia sia?

Apakah cita cita, harapan, visi dan misi yang dulu mereka bangun akan sia sia?

Apakah teman teman kita yang telah gugur juga akan sia sia?

Apakah itu semua tidak berarti apa apa?

TIDAK, ITU SALAH!!!

Kita yang akan memberi arti kepada semua perjuangan mereka!

Mereka yang berani untuk jatuh!, Mereka yang berani mengambil resiko besar!, Mereka yang berani menanggung beban berat!, 

Yang akan mengingat perjuangan mereka adalah kita!

Kita lah yang akan meneruskan semua tekad pengabdian mereka!

Mereka akan terus hidup, abadi, dan berkobar dalam api semangat kita yang tak akan pernah padam!

HIDUP IN_Santri!!!

____________

“Aku. Siapa Aku? Hanya teman yang suka membantu dan bermimpi. Berdedikasi menciptakan hidup penuh warna. Meskipun warna dalam hidupnya terkadang kelabu bahkan hitam.”

DELONIX VANESTA

____________

Ini adalah untuk kamu

Kamu yang dikenal oleh banyak orang dengan ketangguhan

Kamu yang selalu mampu menyembunyikan setiap tetes tangisan

Kamu yang tetap melangkah meskipun melewati ribuan rintangan

 

Mereka mungkin tak pernah tahu, berapa kali kamu pernah jatuh,

Bahkan hampir mati dalam setiap langkahmu yang jauh,

Berjalan kesana kemari tak ada yang peduli dengan keluh,

 

Kamu perlu tahu,

Bahwa hidup teramat kejam,

Bahkan bisa menghancurkan jika kamu tidak pandai memainkan,

 

Tapi satu hal yang perlu kamu ingat,

Saat kamu gagal, kamu tidak sendirian,

Hari ini, kamu boleh saja gagal dan lelah,

Kamu boleh mengeluh, kamu boleh jatuh,

Namun kamu tidak boleh menyerah dan harus tetap melangkah,

 

Kamu, tidak akan pernah tahu, bagaimana cara bangkit jika kamu belum pernah jatuh tersungkur

Kamu, tidak akan pernah tahu, bagaimana rasanya bahagia tanpa merasakan kecewa sebelumnya

Belajarlah mencintai kegagalan dalam setiap proses

Kamu tidak akan bisa berdiri kokoh tanpa tangis dan rasa kecewa

 

Sampai jumpa di penghujung mimpi

Jangan pernah rapuh, jangan pernah lelah

Terus berusaha meskipun usahamu tak dihargai

Terus berkarya meskipun karyamu terus dihujat

Kita terlahir untuk menjadi kuat, bukan untuk menjadi lemah

Terimakasih untuk segala darah yang tumpah

Untuk setiap air mata yang menetes

Dan untuk semua keringat yang mengering

Segala usahamu akan tertulis dalam diary sang penulis kebaikan

Terimakasih

(Feby)

(19 November 2020)

____________

Do the best, be the best, but don’t think if you’re the best!

Feby

____________

Terkadang kita harus berusaha untuk tetap berdiri tegak menahan segala rasa sakit dan jiwa yang terbantai hanya untuk menjaga supaya semua tetap utuh

____________

Selama masih bermanfaat untuk orang lain, tidak ada alasan untuk berhenti berjuang.

____________

CAPTAIN,

WE WILL FOLLOW YOU OVER THE LAND AND SEA

____________

“Orang orang yang terus mempertaruhkan nyawanya untuk mempertahankan keyakinan mereka adalah pahlawan dan terus ada dalam legenda”

Uzumaki Naruto

____________

“Pengorbanan, shinobi tanpa nama yang melindungi kedamaian dari dalam bayangan. Itulah shinobi yang sebenarnya.”

Uchiha Itachi

____________

“Tak ada organisasi yang tumbuh indah tanpa cahaya kepemimpinan, semangat kebersamaan, dan sinar perjuangan. Seperti mawar yang tak akan mekar tanpa matahari, organisasi pun tak akan berkembang tanpa cinta, dedikasi, dan tujuan yang menyatukan.”

____________

Satu hal yang harus kamu tau, kenangan tidak perlu kamu hilangkan, karena ia akan selalu pulang bersama ingatan. Meski kadang ia datang pada waktu yang tidak kamu inginkan.

____________

“Suatu teknologi akan memudahkan pekerjaan orang orang yang paham cara penggunaannya”

____________

Kita diciptakan untuk berguna, bukan untuk sempurna

____________

“Kita ke iso di ibaratke dadi akar. Akar iso nduwe 2 sisi. Ndek nang njero lemah kita dadi penguat. Tapi ndek kita ngetok nang nduwur lemah malah iso marakke nyandung, nyrimpeti.”

Hufron Faqih

____________

Kita harus bisa menjadi pilar pilar penopang yang menjaga nilai nilai di Al Falah ini

Gus Mahfidl Sidiq Muhayyat

____________

Keberhasilan generasi lama adalah ketika bisa membawa generasi penerus menjadi generasi yang lebih baik.

Andi setiawan

____________

Kita berkumpul bukan hanya karena sebuah agenda. Kita berkumpul di sini karena kita memiliki keistimewaan.
Masing-masing dari kalian adalah bagian istimewa yang jika disatukan, akan membentuk keistimewaan yang jauh lebih besar, keistimewaan organisasi IN_SANTRI ini.

Dan lebih dari itu, IN_SANTRI bukanlah sekadar unit kecil yang berdiri sendiri. Keistimewaan IN_SANTRI adalah bagian dari puzzle besar keistimewaan yang akan membentuk wajah baru Pondok Pesantren Tarbiyatul Islam Al Falah, pesantren kita tercinta.

Resiliensi, Resiliensi adalah daya juang. Kemampuan untuk menciptakan keadaan yang baik bahkan di tengah situasi yang tidak memungkinkan.

Kita belajar dari alam:
Resiliensi kupu-kupu: untuk menjadi indah, kita harus melewati proses metamorfosis.
Resiliensi kepiting dalam ember: kita mungkin akan gagal, tapi kita harus terus mencoba, terus berusaha, terus melangkah. Meskipun kemungkinan itu kecil, bahkan tidak ada.
Resiliensi kaktus: tumbuh di tengah pasir tandus, tapi tetap hijau dan menyimpan kehidupan dalam dirinya.

Kita pernah melihat foto-foto kita saat bertugas. Terlihat keren, hebat, penuh semangat. Tapi seperti kapal yang tampak indah saat parkir di dermaga, sesungguhnya kapal itu tak didesain untuk sekadar diam dipandang. Ia diciptakan untuk menerjang badai dan ombak.

Begitu juga kita. Kita tidak hanya diciptakan untuk terlihat keren dalam dokumentasi. Kita dibentuk untuk menghadapi tantangan, membawa perubahan, dan memajukan Al Falah di tengah derasnya perkembangan era ini. Mari kita rawat keistimewaan ini, karena kita bukan sekadar tim media, kita adalah penjaga sejarah dan gerbang masa depan.

____________

Kapten i will follow you over land and sea 

“Seorang kapten sejati tidak akan pernah meninggalkan kapalnya, meski badai menghantam dan ombak mengancam. Dengan keberanian yang kokoh, ia tetap berdiri tegak di garda terdepan, memimpin dengan keberanian dan tanggung jawab, memastikan penumpang selamat dan anggotanya tetap tegar. Karena ia tahu bahwa keberhasilan dan keselamatan bukan hanya tentang perjalanan, tetapi tentang kesetiaan dan pengabdian hingga akhir.”

____________

Kita tidak akan digantikan oleh AI. Tapi kita akan digantikan oleh orang orang yang menggunakan AI

____________

Lelah boleh, tapi jangan menyerah.
Masih ada desain yang perlu dibuat,
masih ada video yang belum diedit,
masih ada berita yang harus ditulis,
masih ada acara yang perlu didokumentasikan,
Masih ada hari esok yang penuh tantangan,
Dan masih ada rekan-rekan IN_Santri yang dengan bangga menyaksikan kalian bertugas di lapangan,
seraya bersyukur karena IN_Santri masih memiliki kalian semua.

____________

“Dibalik megahnya panggung penghargaan, ada mereka yang setia betugas di balik layar, memastikan setiap detik berjalan sempurna, setiap detail tertata, dan setiap momen menjadi kenangan indah bagi semua.”

____________

“Dibalik megahnya panggung penghargaan, ada mereka yang setia berdiri di belakang layar untuk memastikan setiap detik keindahan terbingkai sempurna, agar setiap sorak dan tepuk tangan abadi dalam kenangan.”

____________

Di hadapan kalian, aku bukanlah sebagai seseorang yang paling hebat, tapi sebagai satu dari sekian banyak yang pernah dan masih berjalan dalam barisan panjang perjuangan ini. Teman-teman seperjuanganku dulu, satu per satu sudah kembali ke kampung halamannya. Tapi jejak perjuangan mereka, masih terasa hingga sekarang. Dan hari ini, kita akan tetap meneruskannya.

Kita ini adalah IN_SANTRI. Sebuah wadah perjuangan dalam dunia media, teknologi, dan penyebaran informasi. Kinerja kita tak selalu ditandai dengan sorotan kamera, sebutan dibalik mikrophone, atau tepuk tangan di atas panggung. Kita tak selalu dikenal, tak sering disebut, dan bahkan jarang sekali tampil ke publik. Kecuali teman-teman reporter kita, yang memang itu ladang pengabdiannya. Tapi mayoritas dari kita ada bukan untuk terlihat, melainkan untuk membuat terlihat.

Sebagian besar dari kita, bekerja di belakang layar. Menciptakan karya, menjaga sistem, mengatur konten, mendokumentasi sejarah, dan merawat narasi pesantren dalam bentuk yang bisa dikenang dan dilanjutkan. Kita adalah salah satu akar, yang mencengkeram ke dalam, kuat, dan sunyi. Yang memastikan pohon ini, yakni pesantren kita bisa berdiri kokoh, bertumbuh, dan menjulang tinggi. Tanpa akar, pohon akan tumbang meski batangnya besar. Tanpa akar, dedaunan kering dan buah tak akan pernah ranum. Tanpa akar, semua yang indah di permukaan hanya sementara.

Mungkin sebagian dari kita pernah bertanya kepada diri kita sendiri:

“Apakah karena kita tidak terlihat, berarti kita tidak melakukan apa-apa?”
“Apakah karena tugas kita berbeda, maka pekerjaan kita tak penting?”
“Apakah semua perjuangan kita akan berakhir sia-sia hanya karena tak dikenal?”
“Dan siapa yang akan tahu betapa banyak lelah yang telah kita telan dalam diam,
berapa banyak tetes keringat dan air mata yang terjatuh dalam proses pengabdian ini?”

Jawabannya ada lima:

Pertama, Tuhan Yang Maha Kuasa. Dan itu cukup untuk menjadi alasan kita tetap melangkah. Pengabdian kita tidak sia-sia di mata-Nya. Tiada satupun lelah yang luput dari catatan-Nya. Bahkan air mata dalam sepi dan keringat yang jatuh tanpa saksi pun akan dibalas dengan cara yang indah oleh-Nya. Lebih mulia daripada sekadar tepuk tangan manusia.

Kedua, Pengasuh Pesantren kita. Mungkin mereka tidak selalu mengomentari setiap postingan, atau membaca setiap caption, tapi mereka tahu siapa saja yang ikhlas bekerja, siapa yang sungguh-sungguh menjaga marwah pesantren. Tatapan mereka yang penuh doa, dan restu mereka dalam diam, adalah bahan bakar pengabdian kita. Karena sejatinya, pengasuh tidak hanya memimpin, tapi mendoakan dan merestui langkah para santrinya yang mengabdi.

Ketiga, anggota IN_SANTRI dan rekan-rekan seperjuangan kalian. Mereka yang berada dalam medan perjuangan yang sama, mereka yang pernah begadang bersama, menjalani malam malam panjang, memperbaiki sistem, mengedit video, memikirkan desain, menyusun jadwal posting, mengolah data, merancang, dan berfikir keras dalam diam, dan segala peristiwa yang telah dilalui bersama di hari itu. Mereka tau semua rasanya. Karena mereka juga pernah merasa seperti yang kalian rasakan. Kita saling tau, karena kita saling menanggung lelah yang sama. Bahkan teman-teman kita yang telah ‘gugur’, kembali ke rumah masing-masing, juga telah menyumbangkan jiwa mereka dalam sejarah pengabdian ini. Tanpa mereka, kita tidak akan berdiri sekuat ini hari ini.

Keempat, tekad kita yang akan diwariskan. Suatu saat akan datang generasi baru yang berdiri di tempat ini, di bawah nama IN_SANTRI, dan mereka akan melihat jejak yang kalian tinggalkan. Maka simpanlah pengalaman, simpanlah semangat, tekad, cita cita, dan simpanlah makna dari semua pengabdian kalian hari ini. Karena akan datang generasi baru, yang akan berdiri di tempat yang sama, menapaki jalan yang sama, dan akan menerima warisan tekad dan semangat pengabdian dari kalian semua. Maka berikanlah mereka warisan itu, bukan berupa kejayaan semu, tapi keteguhan hati, semangat yang tak tergoyahkan dan terus menyala. Karena mereka akan meneruskan cita cita yang telah kalian wujudkan, dan mereka pasti akan mewujudkan cita cita kalian yang belum tercapai.

Kelima, diri kalian sendiri tahu. Kalian tahu betapa keras usaha yang telah kalian lakukan. Kalian tahu berapa banyak waktu pribadi yang dikorbankan, berapa banyak kesempatan istirahat yang dilewatkan, hanya demi menjaga keberlangsungan dakwah dan dokumentasi pesantren. Jangan abaikan suara hati kalian sendiri. Karena jika kalian tahu kalian benar, maka jangan pernah berhenti, meski dunia tidak memberi tepuk tangan.

IN_Santri bukanlah tempat untuk mencari popularitas. IN_Santri adalah tempat untuk mengasah diri, mendewasakan mental, dan memantapkan niat pengabdian. Di sinilah kita belajar bahwa menjadi penting tidak harus selalu tampak. Di sinilah kita ditempa untuk kuat bukan karena sorotan, tapi karena makna.

Karya-karya kita akan tetap hidup, dalam arsip digital, dalam memori publikasi, dalam ingatan semua anggota IN_Santri, dan dalam jejak online yang kelak akan dikenang, dicari, dan dijadikan referensi. Dan kalaupun dunia lupa, yakinlah bahwa langit mencatat.

Keberhasilan kita tidak dirayakan dengan meriahnya tepuk tangan, tidak pula dengan penyebutan nama di atas panggung, jabat tangan dari tamu kehormatan, sertifikat penghargaan, atau sorotan kamera yang memuja. Tidak. Keberhasilan kita hadir dalam bentuk yang lebih dalam dan jujur, tatapan dari teman-teman seperjuangan kita yang mengisyaratkan ribuan terima kasih karena telah melewati rintangan demi rintangan dengan penuh kesungguhan. Terlihat dari hormat yang diam-diam disematkan oleh setiap anggota yang kita temui di balik layar kemeriahan sebuah acara, saat kita tetap profesional, tetap tenang, tetap melaksanakan tugas tanpa pamrih. Hadir dalam bentuk iringan senyum hangat dari tim kita di penghujung hari, ketika semua lelah menjadi tawa dan cerita yang kita kenang bersama. Dan di balik gegap gempita suasana, ada mata yang memandang kita dengan bangga, dan ada hati yang berbisik,

“Alhamdulillah, IN_Santri masih memiliki kalian semua.”

IN_Santri, hari ini, ataupun suatu hari nanti, akan berdiri kokoh bukan karena satu dua orang hebat, tapi karena banyaknya anggota yang teguh terhadap nilai, berdiri di atas pendirian, mampu menembus batasan-batasan keilmuan teknologi dan media publikasi, dan setia terhadap tekad pengabdian yang telah kita wariskan. Kita adalah garda terdepan. Garda yang mengawal perubahan, menjaga marwah, dan memastikan pesantren ini tetap berjalan berdampingan dengan zaman. Bukan hanya mengikuti, tapi mengarahkan.

Teruslah menjadi akar, teruslah kuat di dasar, karena dari sanalah kekokohan pohon bermula. Dan ingat, siapa yang ingin tinggi menjulang, harus dalam dulu akarnya. Dan kelak, ketika pohon itu tumbuh besar, berdaun rimbun, dan menaungi banyak orang, akan ada satu bagian dari sejarah yang berkata:

“Pohon ini berdiri karena ada akar yang setia, yang mencengkeram tanah tanpa lelah, dialah yang membuat semuanya menjadi mungkin.”

Lanjutkan perjuangan ini. Apa yang kamu tanam hari ini akan menjadi warisan digital dan spiritual bagi generasi pesantren esok. Dan ingat, akar yang baik bukan hanya menumbuhkan pohon, tapi juga menyalurkan kehidupan ke setiap bagiannya.

Semoga Allah menjaga niat kita, menguatkan langkah kita, dan menerima seluruh amal pengabdian kita.

Jadi, jangan pernah kecil hati karena tak terlihat. Jangan berhenti hanya karena tak disebut. Ingatlah, akar tidak butuh pujian. Ia hanya butuh tanah yang subur, dan keyakinan bahwa pohon yang dijaganya akan berdiri kokoh dan menjulang tinggi, akan tumbuh besar dan memberi manfaat bagi banyak orang.

Teruslah mengabdi. Teruslah bertumbuh. Teruslah jadi IN_SANTRI.
Karena jika bukan kita, siapa lagi yang akan menjaga marwah media pesantren dengan penuh cinta dan kesetiaan.

____________

Orang orang akan berganti. Tapi visi misi dan tekad pengabdian kita tetap abadi!.

____________